Modifikasi Motor Yang Membahayakan

Modifikasi Motor Yang Membahayakan – Kepomagz.com, Jakarta. Menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) modifikasi merupakan suatu perubahan dalam penyusunan rencana atau perubahan terhadap sesuatu dalam konsep awal. Belum apa-apa udah formal banget penggalan pengertian tentang modifikasi menurut KBBI hehe.

Setidaknya artikel ini mimin buat karena tanpa sengaja beberapa waktu yang lalu “berjumpa” dengan pengendara motor yang ugal-ugalan di jalan. Dan menurut mimin pengendara motor tersebut sangatlah membahayakan. Selain karena ugal-ugalan, kecebong besi yang dia gunakan pun mimin lihat begitu banyak “pernak-pernik” yang NGGA JELAS. Sebut saja lampu sein mungil sebesar cabe-cabean dengan warna ungu, spion imut yang malu-malu kucing, lampu rem warna putih, knalpot teriak-teriak ngga jelas, kedua velg unyu dibalut ban sepeda. “jadi ingat masa muda” hahaha.

Mimin mengerti, memodifikasi kecebong besi kesayangan memang merupakan ajang menuangkan kreasi, seni, dan juga jati diri seorang biker. Setidaknya itulah yang mimin jadikan acuan ketika masih sibuk mencurahkan segalanya demi si kecebong kesayangan.

Pada artikel modifikasi motor yang membahayakan ini, mimin ingin berbagi informasi mengenai modifikasi apa saja yang sebenarnya membahayakan. Dan juga mimin ingin berbagi tips agar modifikasi kamu masih sesuai dengan peraturan dan masih dalam batas kewajaran. Jangan sampai kamu harus merogoh kocek karena kena tilang aparat lantaran memodifikasi sembarangan apalagi menginap di hotel mewahnya.

Modifikasi Motor Yang Membahayakan Yang Sering Kita Jumpai Di Jalanan

Mengganti Knalpot

Mengganti Knalpot

Sebenarnya tidak ada larangan untuk penggantian knalpot standar pabrik, sebagaimana tercantum dalam Pasal 14 PP No 55 Tahun 2012 :

Pasal 14

Meskipun tidak ada larangan untuk penggantian knalpot, namun pada kenyataannya banyak mimin jumpai motor dengan knalpot menggelegar, mengeluarkan asap. Dan sering kali pula posisi knalpot mengarah langsung ke muka pengendara motor yang berada tepat dibelakangnya. Padahal sudah tertuang peratuan mengenai emisi gas buang, tingkat kebisingan, hingga posisi pun telah ditentukan.

Namun perlu diperhatikan bahwa spesifikasi knalpot harus memenuhi batasan emisi gas buang dan kebisingan suara sebagaimana diatur dalam Pasal 65 dan 66 :

Pasal 65 - 66

Sementara aturan mengenai ambang batas emisi gas buang diatur pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 5 Tahun 2006 ;

Emisi

dan kebisingan suara diatur pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 10 Tahun 2009 :

Desibel

Memanjangkan Maupun Memendekkan Sasis

Memotong Sasis

Banyak pula para pengendara yang memodifikasi kendaraanya dengan memotong maupun menambahkan sasis. Definisi jarak sumbu pada kendaraan sepeda motor (kendaraan roda 2) dicantumkan dalam Penjelasan PP No 55 Tahun 2012 Pasal 54 Ayat (2) :

pasal 54 ayat 2

Definisi klasifikasi konstruksi kendaraan dicantumkan dalam PP No 55 Tahun 2012 Pasal 8 :

pasal 8

Mengganti Mesin

Penggantian mesin atau dikenal dengan engine swap pada roda dua termasuk pelanggaran pasal 277. Sering pula kita jumpai modifikasi jenis ini, ada yang mengganti mesinnya, bahkan ada pula yang menambah atau mengawinkannya dengan mesin lainnya dengan tujuan menambah power si kecebong.

Memasang Box Tambahan

Memasang Box Tambahan

Setelah kamu melihat ilustrasi gambar di atas pasti dalam hati “iya nih, sering banget nemu yang nambahin box di motornya” iya ngga? Tahukah kamu, Persyaratan pemasangan box tambahan adalah tidak melebihi ukuran atau dimensi utama kendaraan bermotor, seperti yang tercantum di Penjelasan UU No 22 Tahun 2009 Pasal 48 ayat (2) huruf c :

Pasal 48

Jadi sudah jelas banget kan, kalau pemasangan box tambahan tidak boleh melebihi lebar terluar sepeda motor, yang biasanya berupa lebar setang kemudi. Mengenai panjang menjulur box belakang juga diperhatikan, karena terkait Pasal 131 PP No 55 Tahun 2012 mengenai perubahan dimensi berupa pemanjangan chassis dengan pemasangan bracket box jika tidak disertai perubahan jarak sumbu dan konstruksi chassis masih diperbolehkan. Mengenai daya angkut yang bertambah dengan adanya box tambahan juga musti diperhatikan sesuai spesifikasi kendaraan, misalnya daya angkut maksimal sepeda motor 250 kg, dengan berat motor 120 kg ditambah berat pengendara & pembonceng total 120 kg maka beban maksimal yang boleh ditambahkan adalah 10 kg, maka spesifikasi box yang diperbolehkan adalah yang bisa menanggung beban kurang dari 10 kg. Daya angkut beda dengan kapasitas muat dalam ukuran liter yang umumnya tercantum pada spesifikasi box.

Memasang Lampu Berlebihan

Memasang Lampu Berlebihan

Mengenai lampu kendaraan diatur dalam banyak pasal dalam PP No 55 Tahun 2012, karena keberadaan lampu sangat terkait dengan keselamatan lalu lintas. Pertama, lampu utama sepeda motor maksimal berjumlah 2 buah dan harus dipasang berdekatan, sebagaimana tercantum dalam Pasal 24 :

Pasal 24

Mengenai daya pancaran lampu utama pun juga telah diatur dalam Pasal 70 :

Pasal 70

Lampu tambahan yang difungsikan sebagai penanda posisi di bagian depan juga maksimal berjumlah 2 buah dan harus dipasang berdekatan, sebagaimana diatur pada Pasal 27 :

Pasal 27

Lampu penanda depan umumnya terpasang di motor sebagai lampu kota / lampu senja. Lampu penanda tambahan seperti terpasang di handguard atau spion ilegal di sepeda motor, karena terpasang berjauhan. Jika difungsikan sebagai lampu penanda tepi luar kendaraan juga tidak berlaku, karena kendaraan yang boleh menggunakan lampu tepi hanya kendaraan yang memiliki lebar lebih dari 2.100 mm, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 32 :

Pasal 32

Bagaimana dengan lampu kabut? Sesuai namanya, maka lampu kabut hanya boleh dinyalakan jika kondisi jalan berkabut, berasap, atau hujan deras yang menyebabkan jarak pandang terbatas. Aturan mengenai lampu kabut dijelaskan pada pasal 34 :

Pasal 34

Bagaimana dengan blitz, strobo, atau rotator? Tentu saja ilegal jika kendaraan tersebut tidak memiliki kepentingan tertentu, sebagaimana diatur dalam Pasal 44 :

Pasal 44

Mengganti Ukuran Ban

Mengganti Ukuran Ban

Penggantian ukuran ban harus memperhatikan spesifikasi ban terutama kode Load Index. Load Index adalah penunjuk beban maksimal yang sanggup ditanggung ban. Sebagai contoh, kode LI 51 berarti beban maksimal yang ditanggung adalah 195 kg. Semakin besar ukuran ban, umumnya kode LI juga semakin besar, sebaliknya jika ukuran ban kecil kode LI juga kecil, maka dari itu penggunaan ban kecil pada sepeda motor besar seperti tipe sport tidak diperbolehkan karena tidak sesuai dengan peruntukannya, sebagaimana diatur dalam pasal 16 :

Pasal 16

JBB (Jumlah Berat Yang Diperbolehkan) adalah berat maksimum Kendaraan Bermotor berikut muatannya yang diperbolehkan menurut rancangannya. JBKB (Jumlah Berat Kombinasi Yang Diperbolehkan) adalah berat maksimum rangkaian Kendaraan Bermotor berikut muatannya yang diperbolehkan menurut rancangannya.

Selain spesifikasi ban, ketebalan alur ban juga diatur Pasal 73 :

Pasal 73

Sebenarnya perubahan bentuk pada kendaraan atau memodifikasi sah-sah saja dilakukan. Namun modifikasi motor terlebih dahulu melewati tahap uji tipe guna memperoleh sertifikat dari Kementerian Perhubungan. Sebelum kamu memodifikasi motor kesayangan, akan lebih baik bila mencari tahu terlebih dahulu tata tertib maupun peraturan yang berlaku. Jangan sampai nantinya malah membuatmu repot sendiri. Semoga artikel tentang Modifikasi Motor Yang Membahayakan yang masih semrawut ini bermanfaat untuk kamu.

“Setiap orang yang memasukkan kendaraan bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan ke dalam wilayah Republik Indonesia, membuat, merakit, atau MEMODIFIKASI kendaraan bermotor yang menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang dioperasikan di dalam negeri yang tidak memenuhi kewajiban uji tipe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *